Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 November 2010

Minta Bantuan, Birokrasi Berbelit-Belit

JALIN MERAPI (Klaten, 12/11/2010) – Ketika ketersediaan barang bantuan di posko pengungsian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Klaten berlebih, sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Klaten, terutama yang bertempat di rumah-rumah warga justru kekurangan bantuan.

Posko pengungsian di Komplek Pemkab dan DPRD selama ini memang menjadi titik yang paling sering kedatangan bantuan. Di samping lokasinya strategis, posko ini telah ditetapkan oleh Pemkab Klaten sebagai Posko Pusat yang langsung dipimpin oleh Bupati Klaten. Oleh karena itu, bantuan yang datang sangat banyak, bahkan beberapa di antaranya berlebih, seperti air mineral dan baju layak pakai yang menumpuk di gudang.

Memang sejak Sabtu (6/11/2010) lalu, berdasarkan hasil rapat bersama para Camat, pengungsi yang tinggal di desa-desa yang tersebar di beberapa kecamatan sudah dilimpahkan menjadi tanggungjawab pemerintah tingkat desa dan kecamatan. Hal ini semakin dipertegas dengan keluarnya surat edaran Bupati Klaten Nomor 361/485/02 tanggal 8 November lalu perihal Penertiban Distribusi Bantuan Logistik yang mensyaratkan bahwa dalam setiap permohonan bantuan dari berbagai lokasi pengungsian kepada Posko Pusat harus melalui izin dari kepala desa dan kecamatan, baru kemudian bantuan bisa turun.

Pemkab Klaten menilai bahwa prosedur yang ditetapkannya itu diperlukan guna mencegah adanya manipulasi dari oknum yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan bantuan dengan semaunya sendiri. “Kalau bantuannya dimanfaatkan orang yang tak bertanggungjawab, kasihan orang lain yang sangat membutuhkan,” ungkap Suwardi, Kabag Kesra Pemkab Klaten.

Sementara itu, sebagian relawan dan pengungsi yang mengetahui dan pernah menjalankan prosedur ini mengungkapkan bahwa birokrasi seperti ini terlalu rumit dan bertele-tele sehingga kurang efisien. “Kalau harus mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Pemkab, keburu kelaparan duluan nih para pengungsinya,” ungkap salah seorang relawan. Bahkan, sejumlah relawan ada yang sempat ‘mencegat’ barang bantuan yang menuju posko pusat karena jengah dengan prosedur birokrasi. Padahal, lokasi pengungsian di daerahnya sangat membutuhkan bantuan.

Menyikapi kondisi birokrasi penyaluran bantuan yang dinilai sejumlah pihak terlalu bertele-tele, Kukuh Riyadi, Camat Kecamatan Kebonarum, Klaten menyatakan bahwa pendataan pengungsi dari pemerintah desa dinilainya terlalu lambat, dan akibatnya menyulitkan distribusi bantuan. “Saya sudah instruksikan pada Kepala Desa untuk segera melakukan pendataan, namun masih lambat. Belum lagi armada untuk mengangkut barang yang belum tentu ada,” ungkap Kukuh.

Sementara, Direktur COMBINE Resource Institution, A Nasir, menyatakan bahwa sebenarnya tidak perlu ada birokrasi yang berbelit-bleit. “Yang penting adalah pendataan dengan cepat dan akurat. Kita juga bisa memanfaatkan SMS untuk menyikapi jumlah pengungsi yang bisa berubah sewaktu-waktu,” ungkap direktur salah satu lembaga nonprofit yang turut serta dalam upaya tanggap bencana ini.

Di samping itu, prosedur distribusi bantuan juga tidak boleh dibuat terlalu rumit karena pada kondisi krisis dalam keadaan bencana distribusi bantuan harus cepat dan efektif mengingat terkait kebutuhan yang harus segera dipenuhi. “Prosedur distibusi bantuan yang berbelit-belit menunjukkan cara berfikir yang tidak punya sense of crisis. Di tengah kondisi bencana saat ini, cara seperti ini (yang birokratis dan berbelit-belit) tak layak untuk dijalankan,” tutur Nasir.

Noveri Faikar Urfan, Mimin Ambarwati

Laporan ini merupakan kerjasama antara Jalin Merapi, Program Peduli Merapi Radio Republik Indonesia, dan Program Studi Ilmu Komunikasi UII

Readmore »» Minta Bantuan, Birokrasi Berbelit-Belit

Pengungsian Nyaman Ala GOR UNY

bDalam ketidakpastian akan berapa lama berada di pengungsian, kenyamanan sangat didambakan para pengungsi. Kenyataan bercerita sebaliknya, di banyak titik, pengungsian identik dengan keterbatasan ruang lingkup untuk “bergerak”, berekspresi serta beraktifitas.

Hanya sedikit posko pengungsian yang serius mengupayakan kenyamanan bagi pengungsi, salah satunya adalah posko pengungsian di GOR UNY. Posko ini mencoba mewujudkan kenyamanan untuk pengungsi yang berasal dari beberapa desa di lereng Merapi. Berawal dari inisiatif beberapa mahasiswa yang tergugah ingin membantu sesama, posko ini dibentuk. Awalnya, belum ada koordinasi antara mahasiswa yang satu dengan yang lain.

Mengelola Tenaga Relawan

Ketika GOR UNY dipilih sebagai alternatif lokasi pengungsian, banyak mahasiswa yang bergabung menjadi relawan. Jika ditotal jumlahnya mencapai empat ratus mahasiswa. Pengelolaan tenaga relawan dibutuhkan di saat seperti ini, maka dilakukan pembagian kerja berdasarkan keahlian masing-masing.

Untuk melancarkan kegiatan kerelawanan, dibentuklah sepuluh divisi yang akan menangani permasalahan yang berbeda-beda. Diantaranya adalah koordinator umum, koordinator logistik, koordinator kesehatan, koordinator kebersihan, koordinator pendidikan, koordinator pendampingan, koordinator keamanan, koordinator perlengkapan, koordinator dapur umum, dan koordinator informasi.

Selain berdasarkan bidang kerja, pembagian juga dilakukan berdasarkan waktu kerja. Misalnya jadwal pagi dari pukul 07.00 – 17.00 WIB dan jadwal sore dari pukul 17.00 – 07.00 WIB. Namun, tidak ada jadwal ketat yang mengatur relawan harus berada pada shift pagi atau sore. Pengaturan shift ini bisa dilakukan dengan mudah karena sebagian besar relawan adalah mahasiswa UNY. Memang, ada bantuan relawan dari pihak luar UNY, namun jumlahnya hanya beberapa orang saja. Misalnya, dua orang dari militer untuk keamanan dan beberapa orang dari PMI untuk kesehatan.

Mengelola Kebersihan Posko

Kebersihan yang menjadi faktor utama kenyamanan, diatur divisi kebersihan. Divisi ini membagi diri menjadi empat divisi kecil yaitu; kebersihan kamar mandi, kebersihan sampah dalam, kebersihan sampah luar, serta tambahan baru yakni divisi pencucian pakaian, layaknya fasilitas laundry.

Banyaknya pengungsi yang berjumlah lebih kurang 1250 orang tidak membuat aktivitas kebersihan posko terganggu. GOR UNY memiliki sembilan ruang MCK yang berisi 18 WC dan 24 shower. Lalu, ada pula pembagian jadwal penggunaan kamar mandi, seperti pembagian jam untuk anak-anak, wanita dan pria. Setiap hari, ruang MCK selalu dibersihkan, minimal tiga kali, yaitu pagi, siang dan sore. Terdapat relawan yang bertugas membersihkan ruang MCK secara bergiliran. Selain pada waktu-waktu reguler tersebut, ruang MCK ini juga segera dibersihkan ketika sudah terlihat kotor.

Mengelola Kegiatan Posko

Bermacam kegiatan juga dilakukan demi mengurangi kejenuhan pengungsi yang hampir satu minggu berada di pengungsian. Bangunan yang luas dimanfaatkan untuk kelas-kelas pembelajaran anak. Anak-anak dikumpulkan berdasar usia lalu diberikan pelajaran sesuai apa yang telah didapatkan di sekolah.

Untuk pengungsi usia remaja dan dewasa, ada kegiatan yang lebih tepat. Para remaja putri dan ibu-ibu diajak untuk belajar memasak dan membuat kue. Sedangkan para pemuda dan bapak-bapak diberikan pembelajaran tentang otomotif dan elektronik.

Selain itu, terdapat juga pendamping untuk masing-masing kavling pengungsi, yang bertugas memberitahukan atau membimbing pengungsi yang bingung dengan lokasi di GOR UNY. Kegiatan tidak hanya diisi oleh relawan UNY, namun terkadang ada relawan dari universitas lain yang juga mengisi kegiatan, misalnya simulasi erupsi gunung Merapi dari mahasiswa UGM.

Kegiatan trauma healing juga dilakukan untuk mengurangi tingkat kejenuhan dan kekhawatiran pengungsi. Untuk kegiatan ini, sebagian besar relawan berasal dari mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling. Namun mereka tidak diperkenankan untuk memberikan solusi, hanya sebagai tempat berkeluh kesah pengungsi. “Ya kayak gini, hanya sebagai tempat sampah abadi bagi pengungsi”, ungkap Dian, mahasiswi angkatan 2010 yang juga seorang relawan.

Mengelola Dapur Umum

Kegiatan dapur umum dibantu warga dari Samirono dan Notoprajan. Bantuan tersebut berupa tenaga untuk memasak dari pagi hingga sore hari. Untuk konsumsi pengungsi, dapur umum membutuhkan 530 kg beras perhari untuk kebutuhan lebih kurang 1600 orang pengungsi dan relawan.

Berbeda dengan divisi lain, tim di divisi ini adalah orang-orang yang saling mengenal dan solid. Simon, ketua dapur umum menjelaskan bahwa divisi dapur umum memang harus terdiri dari orang-orang yang saling mengenal. Pekerjaan di dapur umum membutuhkan koordinasi yang tinggi, bukan hanya dengan para relawan dari universitas, tapi juga dengan warga luar.

Pemberdayaan Pengungsi?

Pengelola posko pengungsian GOR UNY telah berhasil mewujudkan kenyamanan bagi pengungsi yang tinggal di posko mereka. Segalanya terlayani, bahkan untuk mencuci pakaian pun ada layanan laundry gratis untuk pengungsi dan relawan. Namun, yang perlu dipikirkan lebih jauh adalah pemberdayaan pengungsi, karena sebenarnya para pengungsi secara fisik sehat dan mampu beraktivitas sebagaimana biasanya.

Barangkali, akan lebih tepat jika pengungsi dilibatkan dalam berbagai kegiatan di posko, misalnya saja dalam aktivitas bersih-bersih kamar mandi, dapur umum, laundry, ataupun pembejalaran. Ibu-ibu pengungsi tentu saja bisa membantu di dapur umum. Anak-anak, dengan pendekatan edukatif dan rekreatif, sesekali bisa diajak untuk bersih-bersih posko. Sangat mungkin, diantara para pengungsi ada yang memiliki ketrampilan tertentu yang bisa diajarkan pada pengungsi lainnya. Setuju?

Anggi Septa Septa Sebastian & Erny Mardhani

Laporan ini merupakan kerjasama antara Jalin Merapi, Program Peduli Merapi Radio Republik Indonesia, dan Program Studi Ilmu Komunikasi UII
Readmore »» Pengungsian Nyaman Ala GOR UNY

Senin, 08 November 2010

Menkominfo: Jammer Seperti Sampah

Jakarta - Aksi jamming sempat mengganggu akses komunikasi darurat para relawan di wilayah bencana Gunung Merapi yang menggunakan Handy Talkie (HT). Menkominfo Tifatul Sembiring menyebut pelakunya seperti sampah.

"Jammer itu seperti sampah, selalu muncul lagi setelah bersih," tukas Tifatul, dalam akun Twitter, Senin (8/11/2010).

Kementerian Kominfo sendiri telah memerintahkan Balai Monitoring (Balmon) setempat untuk terus memburu para pelaku. Beberapa orang pun sudah sudah dibekuk dan dilaporkan ke pihak berwajib.

"Balmon Jogja memiliki alat fox hunting untuk jammer, tapi situasi darurat buat pelacakan jadi tak bebas bergerak. Apalagi malam hari," kata Tifatul.

Sebelumnya, Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto mengatakan, aksi jamming tidak dilakukan oleh aparat berwajib, melainkan oleh orang-orang yang kemungkinan frustasi karena sulit masuk frekuensi 907 untuk perangkat HT, mengingat komunikasi saat terjadi bencana sangat padat.

Sementara itu, menurut perwakilan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) Jogja yang dikontak Gatot, upaya jamming saat ini sudah mulai mereda setelah ramainya pemberitaan di media massa.

Kominfo hingga saat ini dikatakannya terus berupaya meminimalisir gangguan akibat jamming. Balmon akan mengecek sistem komunikasi yang digunakan para relawan untuk diberikan frekuensi pengganti, sambil terus melakukan pelacakan jamming. Sebab jika dibiarkan, akan menggangu sistem komunikasi yang telah ada.

"Kominfo tidak mau kompromi siapapun yang melakukannya (jamming), karena koordinasi antara Kominfo, aparat TNI, Polri, relawan dan komunitas RAPI dan ORARI sudah cukup rapi di area darurat Merapi ini," tegas Gatot. ( ash / fw )

Sumber : http://www.detikinet.com
Readmore »» Menkominfo: Jammer Seperti Sampah

LAPORKAN SILET RCTI KE KPI!

” Kekecewaan Warga Yogyakarta dan Sekitarnya Terhadap Tayangan ‘ SILET ‘ “

Kami warga Yogyakarta dan sekitarnya sangat menyayangkan tayangan ” Silet ” pada Hari Minggu, 7 November 2010 yang terkesan melebih-lebihkan tentang kapan meletusnya Gunung Merapi. Karena pada dasarnya kapan dan seberapa besar Gunung Merapi akan meletus tidak dapat diprediksi. Terkadang seistmo pun salah dalam memantau aktivitas Gunung Merapi. Tetapi mengapa ” Silet ” dengan gamblangnya memberitakan bahwa Gunung Merapi akan meletus antara pada hari 7 November - 8 November 2010 dengan kekuatan besar/ dhsyat dan jarak dari Gunung 65 km. Yang jadi pertanyaan besar, ” Apakah tim ” Silet ” Sudah melakukan penelitian tentang hal itu dan sudah mempunyai bukti-bukti hasil penelitian yang valid sehingga mampu memberitakan berita tersebut kepada publik??? “. Kami selaku warga Yogyakarta yang resah terhadap berita ini Meminta agar ” Silet ” menarik tayangannya pada hari Minggu, 7 November 2010 tersebut dan meminta maaf kepada Warga Yogyakarta dan Sekitarnya yang telah merasa resah setelah mendengar dan melihat berita tersebut. Kami sudah cukup menderita dengan musibah ini, jangan kalian tambah keresahan kami dengan berita KONYOL seperti itu.Nb : Untuk warga Yogyakarta yang ikut merasa resah akan kejadian tersebut dimohon mendukung Blogg ini.Terimakasih.Semoga Yogyakarta kembali aman dan tidak ada musibah lagi.Amin. Diposkan oleh KITA HUJAT TAYANGAN SILET di RCTI

sumber : http://regional.kompasiana.com/2010/11/07/laporkan-silet-rcti-ke-kpi/
Readmore »» LAPORKAN SILET RCTI KE KPI!

RCTI Minta Maaf Soal Silet Bertema Merapi

INILAH.COM, Jakarta - Kecaman dan protes keras yang meluncur kepada Fenny Rose dan RCTI terus mengalir hingga saat ini. Masyarakat merasa kecewa dengan pernyataan yang dikeluarkan Fenny Rose ketika membawakan tayangan Silet, Minggu (7/11).

Merasa kewalahan menanggapi protes dan kritik tajam yang datang bertubi-tubi, akhirnya RCTI melayangkan permohonan maafnya melalui running text dilayar kaca yang berbunyi, "Berita bahwa Gunung Merapi akan meletus yg disiarkan di infotainment SILET tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Tim Redaksi SILET memohon maaf apabila berita tersebut menimbulkan keresahan bagi masyarakat Jogja & sekitarnya".

Sebelumnya, dalam episode Silet yang ditayangkan Minggu (7/11), Presenter Silet Fenny Rose menyebutkan bahwa Jogja adalah kota malapetaka.

Selain membuat pernyataan itu, Fenny juga sempat mengeluarkan sebuah pernyataan yang kembali meresahkan masyarakat Jogja yaitu memprediksi akan terjadi ledakan besar susulan Merapi pada 8 November esok.
Readmore »» RCTI Minta Maaf Soal Silet Bertema Merapi

Minggu, 07 November 2010

Informasi Australia Soal Merapi Rugikan Penerbangan Indonesia

Jakarta - Informasi penerbangan dari Australia terkait abu vulkanik Merapi, berakibat penundaan sejumlah jadwal penerbangan dari/ke Indonesia. Pemerintah diminta segera mengambil tindakan terkait penundaan sejumlah penerbangan internasional tersebut. Kalau hal ini berlanjut, Indonesia akan merugi.

"Saya melihat informasi pembatalan ini merugikan Indonesia, dimana informasi bersumber dari Australia," kata anggota Komisi V DPR Yudi Widiana dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Sabtu (6/11/2010).

Yudi pun menyayangkan penundaan penerbangan sejumlah maskapai internasional tersebut. Hal ini seharusnya bisa dicegah dengan data yang lebih kuat.

"Sementara kita tidak punya data sehingga tidak ada second opini," tambahnya.

Menurutnya dalam jangka pendek pemerintah harus mendapatkan data primer terkait abu vulkanik ini. Selain itu juga harus diperkuat kerjasama antara BMKG, Kementrian ESDM, dan Kementerian perhubungan.

"Jangka menengah atau panjang BMKG harus segera menyiapkan instrumen untuk mengukur tingkat kepekatan debu vulkanik," imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah maskapai membatalkan penerbangannya ke Indonesia. Debu Merapi menjadi alasan sejumlah maskapai ini. Padahal Menteri Perhubungan Freddy Numberi telah menyatakan Bandara Soekarno-Hatta aman dan tidak terkena debu vulkanik.

"Ada beberapa internasional flight yang tidak terbang ke Indonesia. Ini akibat peristiwa kemarin di Batam. Kemudian pihak Australia mengeluarkan Notice to Airman yang sekaligus dikaitkan dengan pergerakan vulkanik," terang dia di Yogyakarta.

sumber : detiknews.com
Readmore »» Informasi Australia Soal Merapi Rugikan Penerbangan Indonesia

Sabtu, 06 November 2010

Sultan Perintahkan Kali Code Dikeruk

Sleman - Bahaya banjir lahar dingin masih terus menghantui warga Sleman dan Yogyakarta. Karena itu, perlu dilakukan pengerukan material di dasar Kali Code untuk mengurangi ancaman banjir.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menanggapi derasnya hujan dan aliran lahar dingin yang terjadi di Kali Code sejak Jumat kemarin.

"Semalam saya sudah usul sama Pak Walikota, bagaimana masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengeruk kali Code," ujar Sultan di pengungsian stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (6/11/2010).

Menurut Sultan, pendangkalan yang terjadi di kali Code sudah sangat parah. Hal itu diakibatkan adanya guguran lahar dingin berupa material pasir, lumpur dan batu yang dari Gunung Merapi.

"Kalau dikeruk pasti daya tampung Kali Code bertambah, karena endapan lumpurnya sudah sampai bibir kali," tambahnya.

Sri Sultan juga meminta kepada warga yang tinggal di dekat aliran kali Code untuk waspada, karena hujan deras belum berhenti di Sleman dan Yogyakarta.

"Karena pengerukan terkendala, saya minta warga yang tinggal di dekat kali untuk waspada. Karena air dan yang turun deras bisa saja membludak dan masuk ke rumah," tutupnya.

Kali Code terpantau sejak Jumat kemarin di Jembatan Saidan Jl
Senopati, Gondoman, Yogyakarta, terus mengalami peningkatan. Namun, menjelang pagi, debit air terus berkurang.

Meski demikian, PVMBG masih memperingatkan adanya bahaya banjir lahar di sekitar bantaran kali. Sebab, proses erupsi masih berlangsung ditambah hujan yang tak berhenti di hulu sungai Gunung Merapi.

Sumber : detiknews.com
Readmore »» Sultan Perintahkan Kali Code Dikeruk

JK Pantau Langsung Penanganan Pengungsi di Klaten, Magelang & Yogya




Semarang - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla akan langsung memantau penanganan para pengungsi Merapi yang berada di Klaten, Magelang, dan Yogyakarta. JK, panggilan akrab Jusuf Kalla, juga ingin memastikan bantuan PMI tersalurkan dengan baik ke para pengungsi Merapi.

Saat tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Sabtu (6/11/2010), JK menuturkan pihaknya terus memasok bantuan bagi para pengungsi Merapi, baik yang berada di Yogyakarta, Magelang, Sleman, maupun Klaten. Bantuan itu berupa logistik seperti roti, masker, dan obat-obatan. Selain itu, PMI juga mengirimkan alat untuk instalasi air bersih sebanyak 5 unit.

"Kita kirim juga lima mobil amfibi gunung untuk menjangkau daerah-daerah yang tidak mungkin dilewati kendaraan biasa," ujar mantan Wakil Presiden RI ini.

Sementara itu, mengenai bantuan dari negara asing, JK menyatakan hal tersebut belum diperlukan. Saat ini, PMI belum akan meminta bantuan ke asing, tapi jika ada yang ingin membantu, pihaknya akan mempertimbangkan.

JK yang didampingi sejumlah pengurus PMI pusat dan daerah ini, hanya transit di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Selanjutnya, JK akan menuju Magelang, Yogyakarta, dan Klaten untuk memantau langsung penanganan para pengungsi Merapi.

Setibanya di Bandara Ahmad Yani, JK sempat menceritakan insiden kecil yang menimpa para relawan PMI saat menjalankan tugasnya dalam mengevakuasi warga. Dia menuturkan, kendaraan relawan sempat mengalami kecelakaan di Purworejo saat mencoba menyelamatkan pengungsi Merapi.

Akibat kecelakaan ini, tujuh orang relawan terluka, dua orang diantaranya mengalami patah tulang. Meskipun tak merinci kejadiannya, namun menurut laporan terakhir yang diterimanya, hari ini tujuh orang relawan tersebut sudah dilarikan ke RS Purworejo.

"Ada dua yang patah tulang. Saat ini sudah ditangani tim medis Purworejo," terang Mantan Ketum DPP Golkar ini.

JK pun meminta para relawan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan tugasnya. Pasalnya, kondisi di sekitar Merapi belum cukup kondusif. Sewaktu-waktu, Merapi bisa memuntahkan awan panas dan menciptakan kepanikan baru.

sumber : Detiknews.com
Readmore »» JK Pantau Langsung Penanganan Pengungsi di Klaten, Magelang & Yogya

Boyolali Hujan Abu Pekat, Sekolah dan Pertokoan Memilih Tutup




Boyolali - Hujan abu sangat pekat mengguyur Kota Boyolali. Banyak toko maupun perkantoran yang memilih tutup. Demikian juga sekolah banyak yang diliburkan. Pada pagi hingga siang hari, jarak pandang di kota yang berada di kaki Merapi itu hanya belasan meter saja.

Sejak pagi hingga siang, jalanan Kota Boyolali sangat lengang. Sepanjang hari ini sinar matahari terhalang kabut abu tebal di angkasa. Sesekali bus antarkota melintas dengan kondisi badan kendaraan yang telah berlumpur debu vulkanik Merapi. Selebihnya hanya sesekali mobil pribadi lewat, motor yang lewat bisa dihitung dengan jari.

Jarak pandang di jalanan hanya dalam hitungan belasan meter. Karenanya kendaraan yang lewat harus berjalan pelan dan ekstra hati-hati di jalanan yang memutih karena tertutup abu. Sesekali terlihat kendaraan polisi yang memberi aba-aba kepada pengguna jalan agar senantiasa menghidupkan lampu kendaraan.

Toko-toko yang berderet di sepanjang jalan utama, hampir seluruhnya memilih tutup. Demikian juga kantor-kantor swasta maupun kantor pemerintahan, terlihat menutup pintu rapat-rapat. Konsentrasi berkumpulnya orang hanya di sekitar pendopo kabupaten dan gedung olah raga yang memang dijadikan tempat penampungan pengungsi.

Tak terkecuali sekolahan. Dalam kondisi yang tidak menguntungkan untuk kesehatan itu membuat sekolah diliburkan. Para siswa yang sudah terlanjur sampai di sekolahan diminta segera pulang ke rumah masing-masing untuk menghindari debu vulkanik.

Sumber: detiknews.com
Readmore »» Boyolali Hujan Abu Pekat, Sekolah dan Pertokoan Memilih Tutup

Keluarga Hilang, Lapor ke Sini!

Sejumlah warga yang mengungsi terlihat melewati perempatan Jalan Kaliurang, Kentungan, Yogyakarta, Jumat (5/11/2010). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memperluas jarak aman bencana menjadi 20 kilometer dari puncak Gunung Merapi setelah gunung tersebut kembali meletus dini hari. Pengungsian pun dipindahkan ke sejumlah tempat seperti di Stadion Maguwoharjo.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Disaster Victim Identification membuka posko pengaduan orang hilang di RS Sardjito, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mencari anggota keluarganya yang mungkin menjadi korban letusan Merapi, Jumat (5/11/2010) dini hari.

"Jika ada masyarakat yang mencari anggota keluarganya dapat datang ke RS Sardjito dan melapor ke posko kami," kata anggota Disaster Victim Identification (DVI), Syahrizal, di Yogyakarta, Jumat.

Ia mengatakan, letusan Merapi pada Jumat dini hari diperkirakan lebih besar dibandingkan dengan letusan Merapi pada 26 Oktober, dan hingga kini tim evakuasi belum mampu menembus sejumlah wilayah karena kondisi belum memungkinkan.

"Kondisi di lokasi masih banyak material vulkanik yang panas sehingga belum bisa ditembus," ujarnya.

Di RS Sardjito telah ada 48 korban meninggal dunia dan sekitar 60 korban luka, baik luka bakar maupun jenis luka lainnya.

Anggota tim dokter dari DVI, Komisaris Agung Hadi Wijanarko, mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk melakukan identifikasi secepatnya. "Sebagian korban meninggal akibat luka bakar yang cukup parah sehingga akan sulit diidentifikasi," paparnya.

Namun, jika lokasi bencana tersebut terlokalisasi seperti dari satu dusun, lanjut dia, kemungkinan proses identifikasi akan lebih mudah dilakukan. "Kami akan melakukan identifikasi melalui cincin kawin atau dari properti lainnya yang masih melekat di badan," katanya.

Readmore »» Keluarga Hilang, Lapor ke Sini!

Daftar Kebutuhan Para Pengungsi di Posko Pengungsian per Sabtu 6 November 2010

Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi. menyebabkan zona sepanjang kurang lebih 20 km dinyatakan tidak aman (Jumat, 5/11). Ini menyebabkan membludaknya jumlah pengungsi di sejumlah titik pengungsian baru. Karena itu, kebutuhan para pengungsi semakin meningkat. Sementara, distribusi bantuan pada masing-masing titik pengungsian masih sangat kurang dan belum terkordinir. Untuk memudahkan pendistribusian bantuan, berikut adalah daftar kebutuhan di sebagian posko pengungsian:

Posko UPN Condong Catur
Kebutuhan: pakaian dalam, selimut dan bedak bayi.
Contact Person: Ari (085292844428), Dila (085225585575).

Posko Stadion Maguwoharjo
Kebutuhan: ember, gayung, alat tulis, buku, pakaian dalam wanita, dot, dan pampers untuk lansia.
CP: Zaki (0818279297), Arief (085740633818)

Daerah Salam, Jembatan Krasak
Kebutuhan: masker, susu bayi, peralatan dapur,

Posko Kentungan
Kebutuhan: susu untuk bayi umur 1 bulan (1 orang) dan susu balita (55 orang).
CP: Yonif 403/Kentungan (081802652819)

Posko JEC
Butuh tenaga medis dan obat-obatan, alat-alat mandi, susu bayi, air minum dan kalau bisa alat pemanas air (dispenser).
CP: Agus (087838178565)

Posko UKDW
Butuh selimut dan alas tikar.
CP: Risang (085733084385), Seto (081215566772)

Untuk kebutuhan penting lainnya adalah nasi bungkus, untuk dibagikan ke beberapa titik pengungsian.

Diringkas dari Twitter Jalin Merapi oleh Ibnu Darmawan & Anindita Damayanti
Readmore »» Daftar Kebutuhan Para Pengungsi di Posko Pengungsian per Sabtu 6 November 2010

PENGUNGSI TUNA GRAHITA DI SEMINARIUM ANGING MAMMIRI



ALIN MERAPI (Sleman, Sabtu, 6 Nov 2010). Posko Seminarium Anging Mammiri, Jl. Kaliurang Km 7,4 Sleman, membutuhkan obat-obatan untuk warga berkebutuhan khusus (tuna grahita), misalnya obat untuk penyandang hiperaktif, epilepsi, ataupun obat penenang. Butuh juga keperluan MCK, seperti handuk dan sabun.

Posko ini hingga Sabtu (6/11) masih merawat 21 warga penyandang tuna grahita, yang diungsikan dari Yayasan Kristen Panti Asih Pakem, Sleman. Pada awalnya, penyandang tuna grahita yang dirawat berjumlah 72 orang, namun 51 orang telah diambil keluarganya. Selain para penyandang tuna grahita tersebut, terdapat juga para karyawan dan keluarganya yang ikut mengungsi di seminarium ini. Total pengungsi yang ada adalah 84 jiwa.

Pengelola posko yang notabene karyawan seminarium berharap pihak keluarga dari penyandang tuna grahita untuk segera menjemput anggota keluarga mereka di posko ini. Para karyawan seminarium mengeluh, sebenarnya mereka sudah kerepotan mengurus keluarga mereka sendiri yang juga ikut mengungsi di seminarium ini.

Mimin Ambarwati
Readmore »» PENGUNGSI TUNA GRAHITA DI SEMINARIUM ANGING MAMMIRI

Gara-gara Hujan Abu, Air Asia Stop Penerbangan dari/ke Bandung






Jakarta - Hujan abu vulkanik Gunung Merapi sudah memasuki kawasan Bandung, Jawa Barat. Karena itu, maskapai penerbangan Air Asia menghentikan sementara jadwal dari dan ke Bandung mulai hari ini.

"Iya betul, karena abu vulkanik sangat menganggu, karena kalau masuk engine kan bahaya," kata Marketing Director Air Asia Widi Justoro Nugroho kepada detikcom, Sabtu (6/11/2010).

Menurut Widi, pihaknya enggan mengambil risiko sedikit pun dari ancaman abu vulkanik tersebut. Sebab, pengaruhnya cukup besar bagi keselamatan penumpang.

"Waktu Galunggung kan banyak peristiwa terjadi," tambahnya.

Seharusnya, kata Widi, ada enam penerbangan yang dilakukan dari dan ke Bandung hari ini. Rute yang dituju yakni Kualalumpur, Singapura, Medan, dan Denpasar.

"Khusus untuk Medan sudah diterbangkan tadi pagi dari Jakarta," sambungnya.

Air Asia masih melakukan koordinasi dengan BMKG untuk memastikan kondisi udara di Bandung. Penutupan jalur penerbangan akan sangat tergantung kondisi tersebut.

"Kalau disinyalir ada abu sampai siang, cancel lagi. Tapi kalau lihat siang ini lebih baik, besok bisa terbang lagi," tutupnya.

Sebelumnya, bandara Adisutjipto sudah menutup segala aktivitasnya sejak Jumat kemarin. Landasan masih tertutupi debu sehingga membuat semua penerbangan dari dan ke Yogyakarta dibatalkan.

Sumber : detiknews.com
Readmore »» Gara-gara Hujan Abu, Air Asia Stop Penerbangan dari/ke Bandung

Korban Tewas Merapi Terus Bertambah Jadi 81 Orang








Sleman - Semakin mengganasnya Gunung Merapi pada Jumat (5/11) dini hari terus memakan korban. Hingga hari ini, jumlah korban tewas yang berada di RS Sardjito, Yogyakarta telah mencapai 81 orang.

"Sampai pukul 11.00 WIB, jumlah jenazah bencana Merapi sebanyak 81 orang," ujar seorang petugas penerimaan jenazah Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda DIY, Sigit, kepada detikcom di RS Sardjito, Yogyakarta, Sabtu (6/11/2010).

Dari jumlah tersebut, 43 jenazah berjenis kelamin laki-laki dan 38 jenazah berjenis kelamin perempuan.

Sedangkan berdasarkan perincian tim DVI, diketahui sebanyak 11 jenazah merupakan jenazah anak-anak, dimana 7 jenazah laki-laki dan 4 jenazah perempuan. Sisanya sebanyak 70 jenazah merupakan jenazah dewasa, dengan rincian 36 jenazah laki-laki dan 34 jenazah perempuan.

Menurut data forensik yang ditempel di sekitar RS Sardjito, dari 81 jenazah baru sebanyak 11 jenazah yang berhasil diidentifikasi. Berikut nama-namanya:

1. Asrori (26), laki-laki, asal Purwosari, Puring, Kebumen.
2. Septiani Nur Rahma Putri (20) perempuan, asal Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
3. Nyonya Suroto, perempuan, asal Cangkringan, Sleman.
4. Edi Hantoro (28), laki-laki, asal Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
5. Ponco Kardi (59), laki-laki, asal Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
6. Suroso (30), laki-laki, asal Cangkringan, Sleman.
7. Faif Adi Saputro (16-20), laki-laki, asal Plumbon, Sleman.
8. Yeni Fatimah Ekasari (20), perempuan, asal Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
9. Rufani (29), asal Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
10.Prawiro Misih M, asal Wukirsari, Cangkringan, Sleman.
11.Srono Paino (70), laki-laki, asal Wukirsari, Cangkringan, Sleman.

Sementara itu, pantauan detikcom, suasana di depan ruang forensik RS Sardjito siang ini tampak ramai orang. Sebagian besar dari mereka merupakan orang-orang yang berusaha mencari anggota keluarganya yang menjadi korban.

Selain korban tewas, RS Sardjito juga merawat korban luka-luka akibat awan panas Merapi. Dari total sebanyak 111 korban luka, sebanyak 7 orang telah diperbolehkan pulang. Sedangkan sisanya sebanyak 104 orang masih menjalani perawatan. (nvc/gah)

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/11/06/120501/1488093/10/korban-tewas-merapi-terus-bertambah-jadi-81-orang?991101605
Readmore »» Korban Tewas Merapi Terus Bertambah Jadi 81 Orang

Tanggap Merapi dengan BlackBerry

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengelolaan informasi saat bencana sangat penting mengingat isu yang berkembang dapat menimbulkan kepanikan. BlackBerry bisa menjadi alat komunikasi penanganan bencana yang cepat. Proses erupsi Gunung Merapi (2.980 mdpl) di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sejak 26 Oktober 2010 telah menimbulkan banyak korban. Jaringan Informasi Lingkar Merapi (JALIN MERAPI) berusaha menyampaikan informasi perkembangan Gunung Merapi langsung dari lapangan. Di sinilah peran aplikasi Jalin Merapi on BlackBerry.



Aplikasi Jalin Merapi on BlackBerry bisa diunduh dengan membuka alamat situs pada native browser: http://jalinmerapi.7langit.com. Karya developer aplikasi 7 Langit ini kompatibel untuk OS 4.6-6.0. Aplikasi ini dapat diinstalasikan pada tipe BlackBerry 8520, 8900, 9000, 910x, 9300, 96x0, 9700, dan 9800. Jalin Merapi hanya memiliki ukuran data 500,3 KB.

Kewaspadaan dan koordinasi diperlukan untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Aplikasi Jalin Merapi on BlackBerry memberikan notifikasi apabila ada perkembangan terbaru dari situasi Merapi. Anda bisa membaca mengenai latar belakang Jalin Merapi pada menu Tentang Jalin Merapi. Kontak Jalin Merapi pun telah disajikan lengkap.

Berbagai berita terkini seputar Merapi akan dimuat dalam menu Info Merapi. Anda bisa mengetahui kondisi pengungsi, barak, ancaman penyakit, dan berbagai bantuan yang diperlukan oleh pengungsi.

Menu Telepon Darurat berisi daftar kontak pejabat setempat, radio komunitas, dan tim siaga. Informasi ini sangat penting bagi pihak luar yang mau menyalurkan bantuan. Tiap posko pengungsian memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Arus informasi yang terkoordinasi ini bisa membantu penyebaran bantuan agar tepat guna. Anda juga dapat mengontak mereka untuk mengecek sanak saudara apabila belum mendapat kabar.

Jalin Merapi memiliki akun Twitter yang banyak dikontak para relawan. Anda bisa melihat kebutuhan korban bencana dengan membaca timeline akun @jalinmerapi. Aplikasi ini memberi koneksi langsung ke Twitter. Pantau pula posko pengungsi yang tersedia dan kebutuhan logistik. Posko yang kelebihan bantuan pun bisa mengalirkannya ke posko yang masih kekurangan. Aksi penanganan bencana diharapkan lebih sigap dengan informasi real time. (KARLINA/FORSEL)

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2010/11/05/19593566/Tanggap.Merapi.dengan.BlackBerry-12
Readmore »» Tanggap Merapi dengan BlackBerry

Sejarah Gunung Merapi



SEJARAH GEOLOGI
Hasil penelitian stratigrafi menunjukkan sejarah terbentuknya Merapi sangat kompleks. Wirakusumah (1989) membagi Geologi Merapi menjadi 2 kelompok besar yaitu Merapi Muda dan Merapi Tua. Penelitian selanjutnya (Berthomier, 1990; Newhall & Bronto, 1995; Newhall et.al, 2000) menemukan unit-unit stratigrafi di Merapi yang semakin detil. Menurut Berthommier,1990 berdasarkan studi stratigrafi, sejarah Merapi dapat dibagi atas 4 bagian :
PRA MERAPI (+ 400.000 tahun lalu)
Disebut sebagai Gunung Bibi dengan magma andesit-basaltik berumur ± 700.000 tahun terletak di lereng timur Merapi termasuk Kabupaten Boyolali. Batuan gunung Bibi bersifat andesit-basaltik namun tidak mengandung orthopyroxen. Puncak Bibi mempunyai ketinggian sekitar 2050 m di atas muka laut dengan jarak datar antara puncak Bibi dan puncak Merapi sekarang sekitar 2.5 km. Karena umurnya yang sangat tua Gunung Bibi mengalami alterasi yang kuat sehingga contoh batuan segar sulit ditemukan.

MERAPI TUA (60.000 - 8000 tahun lalu)

Pada masa ini mulai lahir yang dikenal sebagai Gunung Merapi yang merupakan fase awal dari pembentukannya dengan kerucut belum sempurna. Ekstrusi awalnya berupa lava basaltik yang membentuk Gunung Turgo dan Plawangan berumur sekitar 40.000 tahun. Produk aktivitasnya terdiri dari batuan dengan komposisi andesit basaltic dari awanpanas, breksiasi lava dan lahar.

MERAPI PERTENGAHAN (8000 - 2000 tahun lalu)

Terjadi beberapa lelehan lava andesitik yang menyusun bukit Batulawang dan Gajahmungkur, yang saat ini nampak di lereng utara Merapi. Batuannya terdiri dari aliran lava, breksiasi lava dan awan panas. Aktivitas Merapi dicirikan dengan letusan efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan "de¬bris-avalanche" ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal-kuda dengan panjang 7 km, lebar 1-2 km dengan beberapa bukit di lereng barat. Pada periode ini terbentuk Kawah Pasarbubar.

MERAPI BARU (2000 tahun lalu - sekarang)

Dalam kawah Pasarbubar terbentuk kerucut puncak Merapi yang saat ini disebut sebagai Gunung Anyar yang saat ini menjadi pusat aktivitas Merapi. Batuan dasar dari Merapi diperkirakan berumur Merapi Tua. Sedangkan Merapi yang sekarang ini berumur sekitar 2000 tahun. Letusan besar dari Merapi terjadi di masa lalu yang dalam sebaran materialnya telah menutupi Candi Sambisari yang terletak ± 23 km selatan dari Merapi. Studi stratigrafi yang dilakukan oleh Andreastuti (1999) telah menunjukkan bahwa beberapa letusan besar, dengan indek letusan (VEI) sekitar 4, tipe Plinian, telah terjadi di masa lalu. Letusan besar terakhir dengan sebaran yang cukup luas menghasilkan Selokopo tephra yang terjadi sekitar sekitar 500 tahun yang lalu. Erupsi eksplosif yang lebih kecil teramati diperkirakan 250 tahun lalu yang menghasilkan Pasarbubar tephra. Skema penampang sejarah geologi Merapi menurut Berthommier, 1990 (gambar kanan).



Peta menunjukkan sebaran endapan awanpanas Merapi 1911-2006. Hanya wilayah timur lereng yang bebas dari arah aliran awapanas dalam kurun waktu tersebut.


SEJARAH ERUPSI

Tipe erupsi Gunung Merapi dapat dikategorikan sebagai tipe Vulkanian lemah. Tipe lain seperti Plinian (contoh erupsi Vesuvius tahun 79) merupakan tipe vulkanian dengan daya letusan yang sangat kuat. Erupsi Merapi tidak begitu eksplosif namun demikian aliran piroklastik hampir selalu terjadi pada setiap erupsinya. Secara visual aktivitas erupsi Merapi terlihat melalui proses yang panjang sejak dimulai dengan pembentukan kubah lava, guguran lava pijar dan awanpanas (pyroclastic flow).

Merapi termasuk gunungapi yang sering meletus. Sampai Juni 2006, erupsi yang tercatat sudah mencapai 83 kali kejadian. Secara rata-rata selang waktu erupsi Merapi terjadi antara 2 – 5 tahun (periode pendek), sedangkan selang waktu periode menengah setiap 5 – 7 tahun. Merapi pernah mengalami masa istirahat terpanjang selama >30 tahun, terutama pada masa awal keberadaannya sebagai gunungapi. Memasuki abad 16 kegiatan Merapi mulai tercatat cukup baik. Pada masa ini terlihat bahwa waktu istirahat terpanjang pernah dicapai selama 71 tahun ketika jeda antara tahun 1587 sampai dengan tahun 1658.






Sejarah letusan gunung Merapi mulai dicatat (tertulis) sejak tahun 1768. Namun demikian sejarah kronologi letusan yang lebih rinci baru ada pada akhir abad 19. Ada kecenderungan bahwa pada abad 20 letusan lebih sering dibanding pada abad 19. Hal ini dapat terjadi karenapencatatan suatu peristiwa pada abad 20 relatif lebih rinci. Pemantauan gunungapi juga baru mulai aktif dilakukan sejak awal abad 20. Selama abad 19 terjadi sekitar 20 letusan, yang berarti interval letusan Merapi secara rata-rata lima tahun sekali. Letusan tahun 1872 yang dianggap sebagai letusan terakhir dan terbesar pada abad 19 dan 20 telah menghasilkan Kawah Mesjidanlama dengan diameter antara 480-600m. Letusan berlangsung selama lima hari dan digolongkan dalam kelas D. Suara letusan terdengar sampai Kerawang, Madura dan Bawean. Awanpanas mengalir melalui hampir semua hulu sungai yang ada di puncak Merapi yaitu Apu, Trising, Senowo, Blongkeng, Batang, Woro, dan Gendol. Awanpanas dan material produk letusan menghancurkan seluruh desa-desa yang berada di atas elevasi 1000m. Pada saat itu bibir kawah yang terjadi mempunyai elevasi 2814m (;bandingkan dengan saat ini puncak Merapi terletak pada elevasi 2968m). Dari peristiwa-peristiwa letusan yang telah lampau, perubahan morfologi di tubuh Gunung dibentuk oleh lidah lava dan letusan yang relatif lebih besar. Gunung Merapi merupakan gunungapi muda. Beberapa tulisan sebelumnya menyebutkan bahwa sebelum ada Merapi, telah lebih dahuiu ada yaitu Gunung Bibi (2025m), lereng timurlaut gunung Merapi. Namun demikian tidak diketahui apakah saat itu aktivitas vulkanik berlangsung di gunung Bibi. Dari pengujian yang dilakukan, G. Bibi mempunyai umur sekitar 400.000 tahun artinya umur Merapi lebih muda dari 400.000 tahun. Setelah terbentuknya gunung Merapi, G. Bibi tertimbun sebagian sehingga saat ini hanya kelihatan sebagian puncaknya. Periode berikutnya yaitu pembentukan bukit Turgo dan Plawangan sebagai awal lahirnya gunung Merapi. Pengujian menunjukkan bahwa kedua bukit tersebut berumur sekitar maksimal 60.000 tahun (Berthomrnier, 1990). Kedua bukit mendominasi morfologi lereng selatan gunung Merapi.

Pada elevasi yang lebih tinggi lagi terdapat satuan-satuan lava yaitu bukit Gajahmungkur, Pusunglondon dan Batulawang yang terdapat di lereng bagian atas dari tubuh Merapi. Susunan bukit-bukit tersebut terbentuk paling lama pada, 6700 tahun yang lalu (Berthommier,1990). Data ini menunjukkan bahwa struktur tubuh gunung Merapi bagian atas baru terbentuk dalam orde ribuan tahun yang lalu. Kawah Pasarbubar adalah kawah aktif yang menjadi pusat aktivitas Merapi sebelum terbentuknya puncak.

Diperkirakan bahwa bagian puncak Merapi yang ada di atas Pasarbubar baru terbentuk mulai sekitar 2000 tahun lalu. Dengan demikian jelas bahwa tubuh gunung Merapi semakin lama semakin tinggi dan proses bertambahnya tinggi dengan cepat nampak baru beberapa ribu tahun lalu. Tubuh puncak gunung Merapi sebagai lokasi kawah aktif saat ini merupakan bagian yang paling muda dari gunung Merapi. Bukaan kawah yang terjadi pernah mengambil arah berbeda-beda dengan arah letusan yang bervariasi. Namun demikian sebagian letusan mengarah ke selatan, barat sampai utara. Pada puncak aktif ini kubah lava terbentuk dan kadangkala terhancurkan oleh letusan. Kawah aktif Merapi berubah-ubah dari waktu ke waktu sesuai dengan letusan yang terjadi. Pertumbuhan kubah lava selalu mengisi zona-zona lemah yang dapat berupa celah antara lava lama dan lava sebelumnya dalam kawah aktif Tumbuhnya kubah ini ciapat diawali dengan letusan ataupun juga sesudah letusan. Bila kasus ini yang terjadi, maka pembongkaran kubah lava lama dapat terjadi dengan membentuk kawah baru dan kubah lava baru tumbuh dalam kawah hasil letusan. Selain itu pengisian atau tumbuhnya kubah dapat terjadi pada tubuh kubah lava sebelumnya atau pada perbatasan antara dinding kawah lama dengan lava sebelumnya. Sehingga tidak mengherankan kawahkawah letusan di puncak Merapi bervariasi ukuran maupun lokasinya. Sebaran hasil letusan juga berpengaruh pada perubahan bentuk morfologi, terutama pada bibir kawah dan lereng bagian atas. Pusat longsoran yang terjadi di puncak Merapi, pada tubuh kubah lava biasanya pada bagian bawah yang merupakan akibat dari terdistribusikannya tekanan di bagian bawah karena bagian atas masih cukup kuat karena beban material.

Lain halnya dengan bagian bawah yang akibat dari desakan menimbulkan zona-zona lemah yang kemudian merupakan pusat-pusat guguran. Apabila pengisian celah baik oleh tumbuhnya kubah masih terbatas jumlahnya, maka arah guguran lava masih dapat terkendali dalam celah yang ada di sekitarnya. Namun apabila celah-celah sudah mulai penuh maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan tumbuhnya kubah. Sehingga pertumbuhan kubah lava yang sifat menyamping (misal, periode 1994 - 1998) akan mengakibatkan perubahan arah letusan. Perubahan ini juga dapat terjadi pada jangka waktu relatif pendek dan dari kubah lava yang sama. Pertumbuhan kubah lava ini berkembang dari simetris menjadi asimetris yang berbentuk lidah lava. Apabila pertumbuhan menerus dan kecepatannya tidak sama, maka lidah lava tersebut akan mulai membentuk morfologi bergelombang yang akhirnya menjadi sejajar satu sama lain namun masih dalam satu tubuh. Alur pertumbuhannya pada suatu saat akan mencapai titik kritis dan menyimpang menimbulkan guguran atau longsoran kubah. Kronologi semacam ini teramati pada th 1943 (April sampai Mei 1943).

Penumpukan material baru di daerah puncak akibat dari pertumbuhan kubah terutama terlihat dari perubahan ketinggian maksimum dari puncak Merapi. Beberapa letusan yang dalam sejarah telah mengubah morfologi puncak antara lain letusan periode 18221823 yang menghasilkan kawah berdiameter 600m, periode 1846 - 1848 (200m), periode 1849 (250 - 400m), periode 1865 - 1871 (250m), 1872 - 1873 (480 - 600 m), 1930, 1961.

sumber: http://www.merapi.bgl.esdm.go.id/informasi_merapi.php?page=informasi-merapi&subpage=sejarah
Readmore »» Sejarah Gunung Merapi